Jumat, 24 Agustus 2007

Implementasi TI

IMPLEMENTASI TEKNOLOGI INFORMASI DI PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
(BADAN PERENCANAAN DAERAH)

PENDAHULUAN

Kemajuan dunia teknologi dan informasi pada saat ini berkembang sangat cepat. Hal ini berdampak pada semua aspek dalam kehidupan, dari hal ekonomi, budaya, pendidikan dan juga menyentuh pada praktek pemerintahan.
Teknologi informasi didefinisikan sebagai sisi teknologi dari suatu sistem informasi yang terdiri dari,
1.Perangkat keras (Hardware)
2.Perangkat lunak (Software)
3.Basis data (Database)
4.Jaringan komputer (Network)
5.Peralatan lainnya yang terkait
Manfaat teknologi informasi telah dirasakan secara luas, dimana dalam implementasinya telah mendorong adanya proses yang lebih baik, antara lain, :
1.Peningkatan produktivitas
2.Pengurangan biaya
3.Peningkatan efektivitas
4.Perbaikan kualitas pelayanan
5.Peningkatan daya saing
6.Perbaikan proses pengambilan keputusan
7.Peningkatan kreativitas dan inovasi
8.Perbaiikan struktur dan fungsi organisasi
Pemerintahan sebagai pengurus dan pelaksana harian dari suatu negara mempunyai tugas dan wewenang politik negara dan pemerintahan. Pemerintahan dalam suatu negara mempunyai wewenang terhadap semua urusan yang berada dalam lingkup hukum publik yang bertujuan untuk menjaga ketertiban dan keamanan, menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya dan memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakatnya (public service).
Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya, pemerintah memerlukan semua informasi yang ada kemudian akan digunakan untuk menjalankan fungsi-fungsi seperti perencanaan (planning), pembuat kebijakan (decision), administrasi negara dan sebagainya.
Jika manfaat dari teknologi informasi sudah dirasakan oleh kalangan organisasi swasta, sudah selayaknya teknologi Informasi juga dimanfaatkan oleh institusi pemerintah untuk meningkatkan kinerja karena apabila kinerja pemerintahan yang baik maka akan berkorelasi dengan tata pemerintahan yang baik (Good Governance).

Governance adalah pemerintahan, good governance adalah tata pemerintahan yang baik. Ada tiga komponen yang terlibat dalam governance, yaitu
1.Pemerintah
2.Dunia usaha (swasta)
3.Masyarakat umum
Hubungan ketiganya harus dalam posisi sejajar dan saling kontrol (check and balacees), untuk menghindari penguasaan atau eksploitasi oleh satu komponen terhadap komponen yang lain.
Sekretariat Pengembangan Public Good Governance Bappenas menyatakan setidaknya ada empat belas karakteristik dalam wacana good governance:
1.Berwawasan kedepan
2.Terbuka (transparan)
3.Cepat tanggap (responsif)
4.Bertanggungjawab (akuntabel)
5.Profesional dan kompoten
6.Efisien dan efektif
7.Desentralistis
8.Demokratis
9.Mendorong partisipasi masyarakat
10.Mendorong kemitraan dengan swasta dan masyarakat
11.Menjungjung supremasi hukum
12.Berkomitmen kepada pengurangan kesejangan
13.Berkomitmen kepada tuntutan pasar
14.Berkomitmen kepada lingkungan hidup

Peran lembaga pemerintahan berkaitan dengan kepentingan publik, oleh karena itu dengan dukungan dan implementasi TI maka segala informasi yang diperuntukan untuk keperluan pengambilan keputusan akan didapat secara efisien, efektif dan ekonomis.
Dengan konsep demikian maka mulai diterapkan e-government.
Definisi dari egovernment adalah penggunaan teknologi informasi oleh badan atau lembaga pemerintahan didalam penyampaian layanan pemerintah dan informasi kepada publik yang terbagi atas, :
1.government operations, adalah kegiatan yang dilakukan oleh internal pemerintah seperti proses input informasi, pengolahan informasi dan lain-lain
2.online service, pemerintah menjalankan fungsi kepada publik dengan memberikan informasi secara online, salah satunya dengan pemanfaatan internet, website, email.
E-governance melebihi ruang lingkup e-government, e-governance memungkinkan peran aktif dari konstituen di dalam aktivitas pemerintahan. E-governance memungkinkan warga negara berkomunikasi antar mereka maupun dengan pemerintah dan berpartisipasi didalam dalam proses pembuatan suatu keputusan, mengekspresikan kebutuhan nyata mereka tentang kesejahteraan dengan menggunakan e-government sebagai sarana penunjangnya.
Korelasi antara e-governance dengan pemanfaatan teknologi informasi akan saling mendukung sehingga akan didapat suatu pecapaian good governance yang ditandai dengan adanya transparansi, akuntabilitas, adil, efektif dan dapat mengakomodir partisipasi seluruh warga masyarakat. Dimana teknologi informasi yang dikelola dengan baik, secara fisik mudah diakses dengan biaya terjangkau dan tanggap akan kebutuhan masyarakat.

KONDISI E-GOVERNMENT PEMERINTAH DAERAH
Sesuai dengan kebijakan Pemerintah Pusat yang tercantum dalam Inpres No. 3 Tahun 2003 tenatng kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Electronic Government (E-Gov) dimana dalam tahap implemetasinya dilaksanakan secara realistis dan terukur, adapaun tahapan tersebut,yaitu
1.Persiapan, yaitu pembuatan situs web sebagai media informasi dan komunikasi pada setiap
2.Pematangan, yaitu pembuatan web portal informasi publik yang bersifat interaktif.
3.Pmantapan, yaitu pembuatan web portal yang bersifat transaksi elektronis layanan publik.
4.Pemanfaatan, yaitu pembuatan aplikasi untuk layanan yang bersifat Government to Government (G2G), Government to Business (G2B), Government to Consumers (G2C).
Situs web yang merupakan tahapn pertama dari pengembangan e-government sudah banyak yang dimilik oleh pemerintah daerah. Menurut data Departemen Komunikasi dan Informatika jumlah situs web pemerintah (pusat dan daerah) , yaitu :
Juml. % bisa Dibuka Tdk Bisa

Dept./Kem./Lembaga Tinggi 37 37 100% 37 (100%) 0 (0%)
Lembaga Pem. Non Departemen 32 28 88% 28 (100%) 0 (0%)
Pemprov./Pemkab./Pemkot. 470 224 48% 201 (90%) 23 (10%)
Sumber : www.depkominfo.or.id
Khusus untuk situs web pemerintah daearah, ada beberapa faktor yang menjadi penyebab rendahnya tingkat responsif pengelola situs web, antara lain yaitu:
Keterbatasan insfratuktur jaringan untuk koneksi internet sehingga sejumlah pemerintah daerah yang telah memiliki situs web resmi tetapi pengelolaannya mendapatkan kesulitan.
Terdapat tahapan hubungan birokrasi sehingga menyulitkan pengelola untuk memperoleh data dan informasi dari tingkat atas
Belum adanya kebijakan yang mendukung untuk berinteraksi dengan masyarakat
Untuk sebagian Pemerintah Daerah, tidak tersedianya anggaran pemeliharaan, sehingga tidak ada dana untuk pengelolaan situs web (biaya hosting, pemutakhiran data dan informasi).
Dari berbagai macam hambatan yang ada dan bagaimana kondisi situs web Pemerintah Daerah , ternyata masih ada pihak yang masih concern akan keberadaan situs pemerintah, dimana salah satunya adalah Majalah Warta Ekonomi (www.wartaekonomi.com) yang setiap tahunnya memberikan apresiasi terhadap keberadaan situs pemerintah dengan memberikan berupa penghargaan E-government Award, untuk tahun 2006, situs Pemerintah Daerah Sragen (www.sragen.go.id) sebagai pemenang pertama.
Dan yang lebih menggembirakan, situs web Pemerintah Daerah Kabupaten Garut (www.garut.go.id) mendapatkan penghargaan Bubu Award pada tahun 2007 dengan merebut 2 penghargaan yaitu Government Award dan The Most Favorite Website of The Year, yang sangat disayangkan pada saat penulis membuat evaluasi ini, situs web tersebut tidak bisa diakses.
Dan yang lebih memotivasi kepada Pemerintah Daerah adalah Departemen Komunikasi dan Informasi membuat suatu program penghargaan yang salah satu kategorinya situs web pemerintah daerah yaitu Indonesia ICT Award 2007.
Dari apresiasi yang dilakukan baik oleh pemerintah maupun pihak swasta, hendaknya menjadi pendorong dan motivasi agar Pemerintah Daerah dapat melaksanakan pengoptimalan situs web sebagai salah satu tahapan e-governmet sehingga akan tercapai tahapan selanjutnya yaitu media interaksi pemerintah dan masyarakat.

KEBIJAKAN PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG DALAM APLIKASI E-GOVERNMENT
Dalam rangka mendukung program pemerintah di bidang telematika sesuai Inpres No.3 Tahun 2003 tentang kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan Electronic Government (E-Gov), Pemerintah Kabupaten Bandung telah menetapkan kebijakan mendasar dalam pelaksanaannya dengan dasar hukum Perda No. 10 tahun 2002 tentang pembentukan organisasi teknis daerah, yaitu dengan melalui salah satu unit kerja yang dibentuk khusus untuk menangani permasalahan dan pengembangan dalam bidang teknologi informasi (TI) dan sistem informasi (SI) di Kabupaten Bandung. Unit kerja yang dimaksud adalah Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE). Tugas pokok yaitu membantu Bupati dalam merumuskan dan menentukan kebijaksanaan teknis di Bidang Pengolahan Data Elektronik yang meliputi Manajemen Informasi, Telematika, Pendayagunaan Sistem Informasi, serta melaksanakan ketatausahaan kantor.
Sedangkan fungsi dari Kantor Pengolahan Data Elektronik adalah :
1.Pelaksanaan perumusan kebijakan teknis operasional di bidang pengelolaan data elektronik dan sistem informasi
2.Pelaksanaan pelayanan penunjang dalam penyelenggaraan pengelolaan data elektronik dan sistem informasi
3.Pelaksanaan penyusunan rencana dan program, monitoring, evaluasi dan pelaporan di bidang pengelolaan data elektronik dan sistem informasi
4.Pelaksanaan penyusunan, pengembangan manajemen perangkat keras, perangkat lunak dan jaringan komunkasi data
5.Pelaksanaan penyiapan, pengelolaan data dan penyajian informasi secara elektronik
Pelaksanaan pembinaan, fasilitasi dan pengendalian komputerisasi
6.Pelaksanaan pembangunan, pengembangan sistem informasi dalam media internet, intranet, dan ekstranet
7.Pelaksanaan pengelolaan urusan program, kepegawaian, keuangan, hukum, hubungan masyarakat, organisasi dan tata laksana serta umum dan perlengkapan

STRUKTUR JARINGAN TEKNOLOGI INFORMASI PEMKAB BANDUNG
Secara keseluruhan , Kantor PDE sebagai pusat pengendali jaringan komputer sedangkan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bandung sebagai remote area , database dan aplikasi sistem software terpusat di Kantor PDE termasuk koneksi internet.


Skema Jaringan Komputer di Pemerintah Kabupaten Bandung

Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi (SI) yang telah dikelola dan dikembangkan di Kabupaten Bandung melalui Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE), yaitu
SIMDA (Sistim Informasi Manajemen Daerah)
SIMKEUDA (Sistem Informasi Manajemen Keuangan Daerah)
SIMREDA (Sistem Informasi Manajemen Perencanaan Daerah)
SIMPEDAL (Sistem Informasi Manajemen Penanaman Modal)
SIMPEG (Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian)
SIM-PERINDAGKOP
SIM KESEHATAN
SIM-KERJA
SIM-LINDUKBANG
SIS-SOS
SIM-MUKIM
SIM-HUBUNG
SIM-DUK
SIM-TARU
SIM-WASBANG
SIM-BIN-GA
SIM-PAS
SIM-MAPATDA
SIM-RUMAHSAKIT
SIM-WISATA
SIM-WILCAM
SIM-HUMAS
PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI (TI) DI BADAN PERENCANAAN DAERAH ( BAPEDA) KABUPATEN BANDUNG
Dalam rangka mewujudkan dan mendorong keberhasilan kebijakan Pemerintah Kabupaten Bandung dalam penerapan Teknologi Informasi (TI) dan Sistem Informasi (SI), Badan Perencanaan Daerah (BAPEDA) Kabupaten Bandung yang merupakan salah satu SKPD di Pemerintah Kabupaten Bandung telah membangun jaringan (web site) dengan tujuan untuk memberikan pelayanan optimal yang seluas-luasnya kepada masyarakat (publik) tentang informasi perencanaan pembangunan di Kabupaten Bandung, dan pada tahun 2004 telah menyusun dan membangun Sistem Informasi Manajamen Perencanaan Daerah (SIMREDA) yaitu suatu jaringan sistem informasi yang dibangun dalam upaya mensinkronisasikan seluruh aspek perencanaan pembangunan, sesuai dengan tugas dan fungsi Bapeda sebagai lembaga planner atau lembaga yang bertugas untuk menyusun rumusan kebijakan perencanaan daerah berdasarkan pendekatan sektoral dan kewilayahan.
Mengacu kepada Rencana Startegis Bapeda Kabupaten Bandung menepakan beberapa kegiatan yang outputnya bisa berinteraksi dengan instansi terkait lainnya ataupun masyarkat luas , dimana dalam kegiatan tersebut secara bertahap integrasi dalam website sehingga kegiatan tersebut bisa diakses oleh masyarakat umum. Adapun beberapa program atau kegiatan tersebut, anatara lain,
Pengembangan Pusat Data Perencanaan dan Pengendalian Pembangunan Daerah
Kerjasama Litbang Penunjang Perencanaan Daerah
Belanja Saran dan Prasarana Pendukung
Penyusunan Rencana Jangka Panjang (RPJP) Daerah 20 tahun
Penyusunan Rencana Jangka Menengah (RPJM) Daerah 5 tahun
Pemotretan dan Interpelasi Foto Udara
Review Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Bandung
Penyusunan Rencana Kerja Pembangunan Daerah
Penunjang Penyelenggaran Perencanaan
Identifikasi Potensi Sumber Daya Lahan untuk Pengembangan Pertanian (Agribisnis)
Monitoring dan Evaluasi
PORTAL PEMERINTAH KABUPATEN BANDUNG
Secara bertahap Pemerintah Kabupaten Bandung mulai merujuk pada tingkat tahapan tersebut memulai melakukan proses pengembangan e-government, salah satunya adalah pembuatan situs web, yaitu
Secara bertahap Pemerintah Kabupaten Bandung mulai memasuki tahapan dalam e-government yaitu pembuatan situs web.
http://bandungkab..go.id situs Pemerintah Kabupaten Bandung
http://bapeda.bandungkab.go.id/ situs Bapeda Kabupaten Bandung
Adapun pembuatan situs web ini bertujuan untuk,
1. Perolehan informasi secara mudah, benar, adil, dan luas cakupan.
2. Penyebarluasan informasi yang meliputi:
- Semua bahan yang telah diterbitkan atau bahan-bahan yang telah berada di luar perlindungan hak
cipta ( boleh diketahui oleh umum);
- Semua informasi yang dibuat dan dikumpulkan sesuai undang-undang ( tunduk kepada
pertimbangan-pertimbangan kepekaan komersial dan rahasia pribadi);
- Semua dokumen yang diperlukan bagi kepentingan masyarakat.3. Pemberian layanan publik sesuai dengan tugas pokok dan fungsi dari pemerintah daerah.
Selaras dengan tujuan pembuatan situs web sebagai langkah awal dalam e-government, maka Pemerintah Kabupaten Bandung memandang semua bidang pembangunan dalam kedudukan yang penting dengan skala priritas pembangunan, yaitu
Peningkatan pemahaman nilai-nilai luhur agama dan nilai-nilai budaya serta pengembangan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat dan berpemerintahan
Peningkatan akses masyarakat terhadap pendidikan yang berkualitas melalui peningkatan kualitas pelayanan pendidikan, peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga kependidikan, peningkatan sarana/prasarana pendidikan dan penuntasan wajar dikdas 9 tahun
Peningkatan perekonomian daerah, melalui pemberdayaan perekonomian masyarakat (UMKM), revitalisasi pertanian, pengembangan industri manufaktur dan pengembangan iklim usaha yang kondusif
Peningkatan derajat kesehatan masyarakat, melalui peningkatan kesadaran yang berkualitas, peningkatan akses masyarakatterhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, peningkatan sarana/prasarana kesehatan dan perbaikan gizi masyarakat
Peningkatan ketersediaan dan kualitas infrastruktur sebagai upaya mendukung percepatan pembangunan, peningkatan keterpaduan pemanfaatan ruang kota dan pusat pertumbuhan, peningkatan gairah investasi serta aktivitas ekonomi lainnya
Peningkatan kualitas daya dukung dan daya tampung lingkungan serta pencegahan dini terhadap bencana
peningkatan kualitas pelayanan publik melalui peningkatan profesionalisme, efektivitas dan efisiensi kinerja birokrasi, serta peningkatan partisipasi masyarakat dan dunia usaha dalam pembangunan
Peningkatan optimalisasi pengawasan dan penegakan hukum berdasarkan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dengan menjungjung tinggi hak asasi manusia dan prinsip keadilan
peningkatan kinerja pembangunan desa, melalui peningkatan kapasitas pemerintah desa, peningkatan keberdayaan masyarakat desa, pengembangan ekonomi dan pembangunan kawasan perdesaan, serta pengembangan alokasi dana desa
Evaluasi
Dari penerapan atau implementasi teknologi informasi maupun sisten informasi yang telah dibangun di Kabupaten Bandung, menurut pengamatan saya, jaringan kerjanya belum terjalin secara optimal, dan pembangunan TI dari masing-masing satuan kerja perangkat daerah (SKPD) belum terintegrasi dengan baik, begitu pula Kantor Pengolahan Data Elektronik (KPDE) Kabupaten Bandung sebagai domain TI dan SI belum dapat melaksanakan kinerjanya secara optimal, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, namun faktor utama yang menjadi penyebab adalah sumber daya manusia atau aparatur TI /SI belum memadai dalam skill dan kemampuan mengintegrasikan suatu jaringan, meskipun saat ini perangkat keras telah tersedia di Pemerintah Kabupaten Bandung, atau dalam arti lain masalah finansial bukanlah menjadi kendala dalam masalah ini.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk pengembangan TI dan SI yaitu :
Sumber Daya Manusia (SDM), dilakukan pelatihan secara kontinyu dan ditangani saara serius dengan melibatkan pemerintah, akademis dan swasta, agar tercapai proses transfer teknologi
Sarana dan prasarana, penggantian perangkat keras (hardware) serta infrasktuktur jaringan (netwoking) untuk akses lebih dioptimalkan
Kelembagaan, dibuat suatu model struktur organisasi yang mengelola TI dan SI sehingga tidak terjadi kerancuan didalam pengelolaan dan implemtasi TI dan SI
Anggaran, tersediannya anggaran pemeliharaan yang tetap untuk mempermudah proses pelaksanaan implemntasi TI dan SI
Saran / Usulan :
Untuk masa mendatang, implementasi teknologi informasi dan sistim informasi di Pemerintah Kabupaten Bandung, agar lebih optimal perlu dilakukan beberapa langkah, antara lain, :
Peningkatan SDM secara periodik dengan dilakukan pelatihan-pelatihan secara kontinyu disesuaikan dengan perkembangan dunia teknologi informasi itu sendiri
Melibatkan tenaga outsourcing, baik dari pihak akademis maupun swasta sebagai konsultan untuk membantu proses transfer teknologi
Mengoptimalkan infrastruktur dengan memperbaharui perangkat keras (hardware) maupun perangkat lunak (software) sehingga akan berpengaruh kepada efektivitas kerja
Lebih selektif, akurat dan bertanggung jawab didalam pengadaan suatu proyek Sistim Informasi Manajemen (SIM), baik dari awal perencanaan sampai dengan implementasi SIM itu sendiri
Melakukan penilaian secara obyektif terhadap konsultan TI sehingga memunculkan konsultan-konsultan yang kredibel didalam pelaksanaan suatu proyek TI
Peningkatan bukan hanya pada aspek aparatunya saja, namun juga kebijakan daerah (politic will) yang lebih mendasar, baik secara regulasi hukum maupun atas minat pengambil keputusan terhadap teknologi informasi
Diharapkan dengan optimalisasi implementasi teknologi informasi di Pemerintah Kabupaten Bandung akan lebih meningkat sehingga dapat tercapai e-government yang optimal sehingga terjadi interaksi antara pemerintah dan masyarakat dimana sasaran dan manfaat utama yang dapat diberikan dan diterima oleh masyarakat (publik) dapat lebih optimal ( sasaran dan manfaat untuk meningkatkan pelayanan prima dari pemerintah kepada masyarakat) sehingga tercapai tujuan yaitu good governance.
DAFTAR REFERENSI
http://bandungkab.go.id/
http://bapeda.bandungkab.go.id/
http://www.depkominfo.go.id/
http://www.wartaekonomi.com/
http://www.wartaegov.com/
http://id.wikipedia.org/
http://www.bubu.net/
http://www.ina-ictawards.web.id/
http://www.garut.go.id/
http://www.sragen.go.id/
http://maswigrs.wordpress.com/
http://www.bapeda-jabar.go.id/
http://www.bappenas.go.id/
http://www.egov-indonesia.org/
http://www.egovindonesia.com/

TI dan Fungsi Bisnis

DAMPAK TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP STRATEGI DAN PROGRAM PEMASARAN
PENDAHULUAN
Pada saat ini teknologi informasi berkembang sangat cepat, hampir semua bidang kehidupan dan industri sudah tersentuh oleh teknologi informasi dari gaya hidup, hiburan, keuangan, pendidikan, dan bahkan pemerintahan pun sudah banyak digunakan.
Salah satu aplikasi dari teknologi informasi adalah internet, dimana perkembangan internet sungguh luar biasa, termasuk dampaknya bagi perusahaan.
Hal ini membuka peluang baru bagi sebuah perusahaan untuk strategi pemasaran baru, yaitu pemasaran melalui internet, atau dengan bahasa populer biasa disebut dengan Internet Marketing. Yang dimaksud dengan internet marketing adalah strategi yang menggunakan internet sebagai media promosi dan komunikasi antara pemilik produk dan konsumen.
Pengguna jasa internet mengalami pertumbuhan secara signifikan dan terus mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
Tabel : Perkembangan Jumlah Pelanggan dan Pemakai Internet (kumulatif)
Tahun Pelanggan Pemakai
1998 134.000 512.000
1999 256.000 1.000.000
2000 400.000 1.900.000
2001 581.000 4.200.000
2002 667.002 4.500.000
2003 865.706 8.080.534
2004 1 .087.428 11.226.143
2005* 1.500.000 16.000.000
* perkiraan s/d akhir 2005
Sumber : www.apjii.or.id
Adapun beberapa kelebihan yang bisa didapat dari Internet Marketing dibandingkan dengan marketing konvensional, antara lain :
Kemampuan membuat komunikasi dua arah. Dengan media internet komunikasi yang terjalin tidak hanya dari produsen ke konsumen tetapi juga sebaliknya. Dengan begitu dapat dibangun informasi yang membuat produsen lebih memahami apa yang diinginkan oleh konsumen. Dan konsumen juga akan lebih leluasa dan mudah untuk menyampaikan keinginannya kepada produsen.
Aliran informasi yang cukup cepat. Dengan internet informasi yang disampaikan oleh konsumen akan langsung diterima oleh produsen tanpa perantara pihak ketiga, dan begitu juga sebaliknya dengan fasilitas website perusahaan, informasi yang ingin disampaikan dari produsen dapat langsung disampaikan ke konsumen tanpa perantara lagi. Dan tentunya karena informasi yang dikirim adalah dalam bentuk elektronik (email) pastinya akan jauh lebih cepat dibandingkan dengan bentuk fisik.
Bersifat Massal (Satu untuk semua). Dalam artian, dimana perusahaan hanya perlu memiliki satu media internet marketing yang menjadi pusat komunikasi dan mampu melayani banyak konsumen
Terciptanya market yang lebih luas, dimana internet tidak mengenal batas ruang dan waktu dan merupakan komunikasi seluruh dunia, sehingga pengusaha lokal akan dengan cepat menjadi pengusaha global.
Salah satu hal yang terpenting dalam implementasi internet marketing, adalah situs (website) , sebagai alat pemasaran bagi perusahaan di dunia maya, maka pengembangan situs harus dilakukan secara optimal, dampak yang didapat dari dengan adanya situs, antara lain :
Konsumen ataupun calon konsumen akan dengan mudah mendapatkan lokasi usaha dan nomor telepon atau alamat email
Informasi yang cepat dan praktis mengenai produk dan layanan anda
Jumlah tenaga pemasaran yang efektif karena konsumen tidak perlu membuat janji dengan sales anda didalam mendapatakan informasi produk
Membangun hubungan dengan pelanggan dengan program marketing, seperti penawaran khusu, kuis dan kontes secara online
Pemasaran internet hanyalah salah satu strategi bisnis dari penerapan Marketing Mix yang dilakukan oleh perusahaan didalam meraih market dan konsumen. Agar didapat hasil yang optimal dari Internet Marketing harus dilakukan strategi yang tepat, antara lain,
Perencanaan strategi
Analisa situasi
Analisa konsumen
Pengembangan pasar dan produk
Penetapan harga
Distribusi produk
Promosi online
Kendati banyak sekali kelebihan dan potensi yang ditawarkan oleh strategi internet marketing, cukup banyak juga hal yang perlu diperhatikan dalam strategi internet marketing ini. Hal perlu diperhatikan adalah internet marketing adalah :
Keberadaan situs mesin pencari (search engine) sangat penting, boleh dianggap didalam internet marketing, situs mesin pencari adalah Salesman No. 1. Perusahaan mampu melakukan promosi yang optimal kedalam situs mesin pencari (Search Engine).
Sumber Daya Manusia (SDM) yang mampu membangun dan mengelola website yang inovatif, kreatif, content yang tepat, informasi yang selalu diupdate sehingga memudahkan konsumen mencari produk yang diinginkan dan juga tingkat sekuritas yang tinggi sehingga membuat konsumen lebih nyaman.
Kejahatan internet (cyber crime) salah satunya adalah penyalahgunaan pembayaran transaksi dengan kartu kredit (Fraud/Carding).
Konsumen adalah urat nadi perusahaan, sehingga perusahaan harus mampu menerapkan strategi yang fokus terhadap konsumen atau dengan kata lain penerapan Customer Relationship Management (CRM). Salah satu implementasi daripada CRM adalah pemanfaatan teknologi informasi untuk mendukung database konsumen, dimana salah satu aplikasi yang bisa diterapkan adalah strategi pemasaran dengan internet (Internet Marketing) sebagai salah satu jalur interface antara perusahaan dengan konsumen begitupun sebaliknya.
REFERENSI
www.marketingsource.com
www.knownthis.com
http://id.wikipedia.org
www.apjii.or.id
www.bjoconsult.com
http://ezinearticle.com
www.beritaiptek.com
www.ilmukomputer.com

eBusiness

ANALISIS KONDISI PERUSAHAAN DOTCOM DI INDONESIA
PENDAHULUAN
Perkembangan informasi teknologi (IT) pada saat ini sangat cepat, sehingga mendorong lahirnya konsep bisnis baru yaitu perusahaan dotcom.
Perkembangan perusahaan dotcom di Indonesia tidak terlepas daripada perkembangan bisnis online di luar negeri yang bisa mendapatkan keuntungan yang sangat besar, bagaimana keberhasilan situs mesin pencari (search engine) seperti Yahoo.com dan Google.com, lalu Amazon.com tempat transaksi bermacam-macam buku, kemudian ada Ebay.com tempat lelang beraneka macam barang dan lain sebagainya.
Kondisi ini memancing para pengusaha maupun individu untuk terjun di dalam bisnis online tersebut dengan beraneka macam kategori, dari portal news, gaya hidup, hiburan, finacial dan lain-lain.
KONDISI PERUSAHAAN DOTCOM DI INDONESIA
Perusahaan dotcom tetap merupakan suatu bisnis biasa, terkadang ada yang gagal tetapi ada juga yang berhasil. Perusahaan dotcom besar yang sudah tidak beredar di dunia maya, antara lain, lippostar.com, lipposhop.com, kemudian ada kopitime.com yang sempat mencatatkan diri pada lantai bursa. Tetapi ada juga yang sukses dan sampai sekarang masih tetap bertahan, antara lain www.detik.com yang merupakan portal news, www.bhinneka.com situs penjualan komputer dll.
Fakto-faktor yang menyebakan runtuhnya perusahaan dotcom di Indonesia, antara lain :
Infrastruktur jaringan internet masih terbatas sehingga berpengaruh kepada kecepatan akses
Konsep bisnis online yang kurang tepat
Strategi bisnis yang tidak jelas
Promosi yang tidak dilakukan secara optimal
Belum adanya hukum dan regulasi yang jelas dari pemerintah didalam transaksi bisnis online
Dari beberapa faktor tersebut diatas, keberadaan perusahaan dotcom di Indonesia tetap mempunyai prospek yang menjanjikan. Beberapa peluang yang mungkin bisa menjadi bahan bagi para wirausahawan untuk terjun dalam bisnis online, antara lain :
Semakin meningkatnya pengguna jasa internet, menurut data pada akhir tahun 2005, pelanggan yang menggunakan internet mencapai 1.500.000, sedangkan pemakai mencapai 16.000.000 dan terus meningkat. (sumber www.apjii.or.id )
Akses internet yang semakin beragam, dial up, ADSL, Wifi dan 3G serta makin menjamurnya usaha Warung Internet (Warnet) sehingga kesempatan untuk mengakses internet lebih terbuka dengan harga yang relatif lebih murah
Animo masyarakat akan dunia internet semakin meningkat, didukung oleh harga hardware yang semakin murah
Penggunaan internet banking yang semakin meningkat.
Adapun kiat-kiat untuk perusahaan dotcom di Indonesia agar bisa bertahan, antara lain :
Memfokuskan kepada produk khusus atau target pasar yang lebih spesifik
Pengembangan website yang lebih atraktif, inovatif, cepat, dan tingkat keamanan yang tinggi
Melakukan promosi yang optimal dengan memanfaatkan situs mesin pencari.
Melakukan strategi bisnis online yang tepat dan akurat
Bisnis online di Indonesia tetap menjanjikan, runtuhnya perusahaan-perusahaan dotcom besar di Indonesia bukan berarti tertutupnya bisnis online di Indonesia, justru kondisi ini merangsang banyak yang terjun dalam bisnis ini dan berhasil, karena para Netpreneur ini lebih fokus didalam implementasi STP (Segmentation, Targeting, Positioning) dan lebih bersikap rasional, mengikuti hukum ekonomi yang paling elementer, yaitu hukum supply dan demand, hukum yang kadang dilupakan karena terlalu berharap meraup untung dari lantai bursa.
TABEL
Rangking traffic situs top di Indonesia.

NO. SITUS RANGKING

1. www.detik.com 15
2. www.klikbca.com 23
3. www.kompas.com 27
4. www.plasa.com 32
5. www.telkomspeedy.com 39
6. www.21cineplex.com 40
7. www.indosiar.com 49
8. www.telkom.net 53
9. www.sealindo.com 54
10. www.indonetwork.co.id 55
11. www.karir.com 58
12. www.mobile9.com 61
13. www.bhinneka.com 64
14. www.chip.co.id 72
15. www.telkomsel.com 75
16. www.kafegaul.com 80
17. www.okezone.com 85
18. www.ragnarok.co.id 86
19. www.astaga.com 89
20. www.ponseljakarta.com 96

(sumber : www.alexa.com per tanggal 18 Agustus 2007)
Daftar peraih Bubu Award v.5 tahun 2007
Bubu Awards adalah kontes design web tingkat nasional yang diselenggarakan setiap tahun oleh sebuah perusahaan web development yaitu bubu.net. Kegiatan ini diselenggarakan untuk menjadi satu bentuk apresiasi bagi para pengembang situs di tanah air supaya terus-menerus berkarya. Penilaian dalam kontes ini ditentukan antara lain dari penggunaan teknologi yang tepat, desain, konten, serta usability situs yang dibuat. Kategori kontes dibagi 3 yaitu corporate, individual, dan student.
Pemenang untuk kategori Corporate, adalah :
Best Design Award: PT Starpoint Network Indonesia - www.sendokgarpu.com
Best Technology Award: PT Indosat - www.m3-access.com
Best Usability Award: Orori Wedding Rings - www.orori.com
Best Content Award: PT Indosat - www.m3-access.com
Organization/Community Award: Center for international Foresty Research (CIFOR) - www.cifor.cgar.org
Goverment Award: Pemerintah Kabupaten Garut - www.garut.go.id
Banking & Finance: Perum Pegadaian - www.pegadaian.co.id
Commerce & Consumer Award: Orori Wedding Rings - www.orori.com
Education Award: Sampoerna Foundation (e-belajar) - www.ebelajar.org
News & Entertainment Award: PT Indosat - www.m3-access.com
Best Celebrity Web Award: Padi Online - www.padi-online.com
Corporate website of the Year: PT Indosat - www.m3-access.com
REFERENSI :
www.apjii.com
www.bjoconsult.com
www.alexa.com
http://id.wikipedia.org
www.bubuawards.net
www.beritaiptek.com
www.bukuelektronik.com